Selasa, 29 Januari 2013

Kenaifan mencintai kekasih orang lain




Kenaifan mencintai kekasih orang lain

Mencintai seseorang yang telah memiliki kekasih adalah kenaifan, aksi konyol,  serta menghambur hamburkan perasaan dan pikiran untuk keinginan yang tidak sempurna (baca: hal yang tidak berguna).  Tindakan tak berguna seperti menguntit timeline twitternya, mengecek status bbmnya, seperti orang bodoh, dan memang begitulah pantas disebut. Memimpikan dan menginginkan sesuatu yang mustahil. Sebuah mimpi tidur yang seharusnya diakhiri ketika bangun, akan tetapi dengan sengaja diseret ke alam sadar dan dihiasi pula dengan angan angan indah yang isinya kosong.

Mengapa? Karena orang beralasan cinta itu buta.. ‘ah bukannya, kau memiliki dua buah mata, dan otak yang sangat canggih?’ Mengapa tak kau mindset saja your mind? Ternyata cinta itu tak ada logika, tak bisa di analisa dan tidak rasional, tidak memerlukan akal pikiran,  semuanya di luar nalar dan kendali manusia, aku menyebutnya ketidakberdayaan akal pikiran. Satu satunya energi terbesar yang berasal dari hati, dan memancarkan gelombangnya keseluruh tubuh, memancarkan keindahan, kenyamanan, dan kekuatan, serta kenikmatan tak terhingga yang pernah ada. Kau tahu, kau dan dia adalah magnet, yang saling tarik menarik, tapi sayangnya, dia telah tertarik oleh magnet lainnya. 

Mengapa merindukan balasan cinta?

Ini kukutip dari nasihat cinta Mario Teguh..
Adikku yg gelisah dengan pengejaran cinta, dengarlah ini..
Engkau terlalu sibuk merindukan balasan cinta dari orang yang kau cintai,
Sehingga mengabaikan kemungkinan hidup yg indah bersama orang yg sudah jelas-jelas mencintaimu.
Apakah orang yg kau cintai itu pasti akan membahagiakanmu?
Bukankah mungkin saja orang yg mencintaimu tapi yg kau abaikan itu, akan lebih memuliakanmu?
Terkadang engkau membuang emas di tangan untuk arang yg belum jadi.

Melupakan memang tidak mudah, akan tetapi berusaha mengalihkan perhatian dan pikiran akan lebih baik. Kau tahu, mengapa orang orang bisa melupakan cinta dan jatuh cinta lagi kepada orang lain? Karena, cinta itu akan menghilang, memudar, dalam waktu 6 bulan, apabila tidak diisi, tidak dibarengi dengan kasih sayang. Kasih sayanglah yang membuat orang terus dan terus bersama, menerima kekurangan dan berusaha melindungi.
Aku dan anyaman anyaman cinta yang terikat kencang di hatiku ini, sedang kucoba melepasnya, bila terlepas ikatannya maka akan terlepaslah anyaman ini. 

Ilmuwan dari University College London, Inggris, telah menguji dan mendeteksi area otak yang diaktifkan ketika seseorang ada dalam kondisi romantis atau merasakan cinta. Di saat yang sama, aktivitas area lain otak sedang tertekan. Bagian ini memengaruhi pikiran kritis seorang manusia. Perasaan cinta menekan aktivitas saraf yang berhubungan dengan penilaian kritis terhadap orang lain. Ketika seseorang jatuh cinta, ia kehilangan kemampuan mengkritisi orang yang dicintai. Hal inilah yang menyebabkan seseorang sering salah mengambil keputusan ketika sedang jatuh cinta.

Menjadi buta ketika mencinta bisa karena seseorang selalu mengingat hari-hari pertama dengan pasangan, indah dan menyenangkan. Ini juga yang membuat cinta itu buta. Area otak yang diaktifkan oleh rasa cinta menghasilkan rasa euforia. Fakta ini menjelaskan kekuatan cinta romantis memotivasi kegembiraan.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh researches at national autonomous university at mexico tentang masalah cinta sejati, menurut penelitian, cinta sejati hanya akan bertahan selama 4 tahun, setelah itu akan habis. Ketika seseorang jatuh cinta dan muncul perasaan tergila-gila  yang sulit dikendalikan, sebenarnya otak sedang mengeluarkan hormon endorphin, dopamine, oxytocin, feromon, kesemua hormon ini bertanggung jawab kepada perasaan seseorang sehingga merasa bahagia, dan hati berbunga-bunga. Namun, masih menurut penelitian, kehidupan yang keras, desakan ekonomi, hormon tadi akan mandul dengan sendirinya. Inilah yang dituding menjadi cikal bakal sirnanya cinta sejati setelah hubungan memasuki usia 4 tahun.

Berdayakanlah sisa perasaanmu untuk kebaikanmu sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar