Pernah
berusaha untuk keluar dari jalur L, atau pernah berhasil menepi dari jalur L
tapi ujung ujungnya tetap meneruskan perjalanan di jalur L, atau pernah berhasil
menempuh jalur S(traight), tapi gara gara kesepian dan kondisi lainnya,
akhirnya berbelok lagi ke jalur L. Berbagai macam keadaan yang menyebabkan seseorang
terus berputar putar di jalan yang sama, bahkan ada pula yang bergerak mundur
ke belakang. Menurut saya, ini adalah jalan yang tiada berujung, tak pernah ada
akhirnya. Mana tahu kita, akhir cerita film cinta kita sama pacar, sampai
berapa episode, endingnya kayak gimana, hanya genre film kita saja yang bisa
kita tahu, drama, komedi romantis atau action bahkan thriller, tergantung kita
sendiri dan pacar maunya yang mana. Satu satunya jalan yang pasti yaitu jalan
pulang kerumah kita yang sebenarnya (ke kampung akhirat).
Kebanyakan
orang memaksakan kehendaknya pada pasangannya, padahal gak menyadari bahwa ada
dua orang pengemudi dalam satu mobil yang dalam perjalanan menuju rumah impian
masing masing, gw menyebut dua pengemudi dan bukan satu pengemudi, satu sebagai
penumpang, karna ini adalah perjalanan dua orang perempuan dengan destinasi yang
tiada ujungnya, semua rencana awal yang dibangun berlandas cinta dan harapan,
mau kemana tujuan akhir, semua itu cepat atau lambat akan terhenti karena
terdapat dua pengendara dalam satu mobil, siapapun bisa tergoda untuk berhenti
atau jenuh terus menyetir tanpa tujuan akhir. Tidak semua pengendara memiliki
tujuan dan pandangan yang sama, mungkin hanya segelintir saja, yang menerapkan
satu pengendara dan satu penumpang yang memiliki impian dan tujuan akhir yang
sama.
Perjalanan
kita malah terpatok oleh paradigma tentang bagaimana pendapat orang lain
melihat diri kita, seolah-olah keadaanlah yang mengatur hidup kita, keadaan
yang memaksa, seperti disetir oleh keadaan, hidup dalam menanggapi pemikiran
pemikiran orang, pendapat orang, kenapa gak hidup aja dengan tenang tanpa
memikirkan apa yang orang pikirkan tentang kita, padahal orang lain juga sibuk
memikirkan apa yang akan orang lain pikirkan terhadap dirinya, seperti
lingkaran terselubung yang tak terputus. Hidup menjadi lebih optimis dan lebih baik jika kita selalu bergantung pada TUHAN , bukan pada keadaan.
Intinya
jangan menyia-nyiakan kesempatan yang Allah sudah berikan, waktu yang di beri
saat ini adalah anugrah besar untuk kita pergunakan dengan sebaiknya, bukan
menyesali yang telah terjadi, bukan merutuki ketidakberuntungan, hari ini
adalah hari lo buat berusaha, berkarya,
wujudkan impian lo, hari ini adalah hadiah, soal hasilnya itu kan tergantung
sebesar apa usaha lo dan itu adalah kuasaNYA.
Kenapa
selera dan cinta kadang berjalan berdampingan, namun kadang berjalan berlawanan
arah?, apa yang sudah dibuat (dibutakan) cinta sehingga membuang soal selera
atau tipe tertentu seseorang di mata sang pencinta. Mengapa cinta itu erat
hubungannya dengan sifat, sikap, obsesif dan kompulsif, mengapa ada keinginan,
dorongan untuk mendapatkannya, dan ingin
bersamanya, mengapa perlu perjuangan. Jawabannya karna cinta itu menghapus
pertanyaan apa untungnya bagi sang pencinta, cinta justru membuat rela
berkorban untuknya. Contohnya selera orang berbeda beda, ada yang meninggalkan
kekasihnya yang cantik dan memilih seorang yang lebih humoris, karna apa yang
dicari hati itu kenyamanan dari pada fisik semata, so don’t worry.. cinta kan
membawamu kembali disini, menuai rindu, membasuh perih (karoke lebay) kalo
emang jodohnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar