maaf
aku tak punya kata2 untukmu Ibu...
karna terlalu banyak ucapan nasehatmu, pujianmu, ucapan meneduhkanmu, ucapan melindungimu, marahmu, bahkan maafmu..
Bertambah umurmu.. Dan ku tahu semakin berkurang waktu antara kau dan anak2mu ini...
Kenanganku saat ku masih kanak2..
Dan kini impianku saat ku beranjak dewasa..
Tak sedetik dan sedikit pun asamu pupus karna kenakalanku dan kesalahanku..
kau bagaikan sayapku, tapi bukan menerbangkanku, kau hanya ingin melindungiku..
Kau bagaikan malaikatku, tapi bukan malaikat, kau hanya ingin membawaku ke jalan yg baik, saat memarahiku dgn kasih sayangmu, dan saat menasehatiku dgn ketegasanmu..
Kau bagaikan kakiku, tapi bukan membawaku, kau hanya memberiku petunjuk dan aku yg melangkah..
Kau bagaikan mataku, tapi bukan penglihatanku, kau memperlihatkan aku akan masa depanku dgn pandanganmu akan dunia..
Kau membuatku merasa hari ini..
Mengenang kemarin..
Dan percaya hari esok..
Tak pernah kulihat kau ragu saat melangkah bersama anak2mu..
Yang kulihat hanya senyummu yg seolah2 terpaku saat bersama anak2mu..
namun ku tahu, saat kau tengah sendiri, kau memikirkan anak2mu dan berdoa dengan air matamu selama dan selalu untuk anak2mu..
Berusaha menahan sendiri bebanmu, menyembunyikan bebanmu dari anakmu walau kau sendiri lemah..
Ku tak tahu apa yg membuatmu begitu kuat, sabar dan tegar..
Doamu terlalu berharga..
air matamu tak terbayarkan..
ketabahanmu tak ternilai..
karna terlalu banyak ucapan nasehatmu, pujianmu, ucapan meneduhkanmu, ucapan melindungimu, marahmu, bahkan maafmu..
Bertambah umurmu.. Dan ku tahu semakin berkurang waktu antara kau dan anak2mu ini...
Kenanganku saat ku masih kanak2..
Dan kini impianku saat ku beranjak dewasa..
Tak sedetik dan sedikit pun asamu pupus karna kenakalanku dan kesalahanku..
kau bagaikan sayapku, tapi bukan menerbangkanku, kau hanya ingin melindungiku..
Kau bagaikan malaikatku, tapi bukan malaikat, kau hanya ingin membawaku ke jalan yg baik, saat memarahiku dgn kasih sayangmu, dan saat menasehatiku dgn ketegasanmu..
Kau bagaikan kakiku, tapi bukan membawaku, kau hanya memberiku petunjuk dan aku yg melangkah..
Kau bagaikan mataku, tapi bukan penglihatanku, kau memperlihatkan aku akan masa depanku dgn pandanganmu akan dunia..
Kau membuatku merasa hari ini..
Mengenang kemarin..
Dan percaya hari esok..
Tak pernah kulihat kau ragu saat melangkah bersama anak2mu..
Yang kulihat hanya senyummu yg seolah2 terpaku saat bersama anak2mu..
namun ku tahu, saat kau tengah sendiri, kau memikirkan anak2mu dan berdoa dengan air matamu selama dan selalu untuk anak2mu..
Berusaha menahan sendiri bebanmu, menyembunyikan bebanmu dari anakmu walau kau sendiri lemah..
Ku tak tahu apa yg membuatmu begitu kuat, sabar dan tegar..
Doamu terlalu berharga..
air matamu tak terbayarkan..
ketabahanmu tak ternilai..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar