Aku
punya sisi lesb*an dalam diriku dan aku baik baik saja, aku punya sisi lesb*an
dalam hidupku dan aku tidak baik baik saja, apakah zat zat kimia itu telah salah bekerja dalam otakku, mana
mungkin aku bisa menjalani hidup dengan
dua sisi yang berlawanan, aku ingin bebas, tanpa harus memilih sisi manapun,
ingin hidup dengan satu sisi yang menyenangkan menjadi diriku sendiri tanpa
berpikir apa yang akan mereka nilai tentangku.
Diantara
kedua sisiku, tepatnya ditengah, berdetak jantung kehidupanku, semua pembuluh
kehidupan menuju padanya, disitu sumber serapan semua ilmu, tertulis dengan
jelas, batas antara baik dan buruk, kadang ruang hati itu bersinar terang saat
aku melakukan kebaikan, kadang ruang itu berubah menjadi kamar gelap saat aku
melakukan keburukan. Hey bukankah aku sangat bodoh untuk mengikuti nafsu dan
terjerembab dalam kemungkaran.
Setiap
hari aku hidup dalam palsu, aku bukanlah diriku yang sebenarnya, aku hanya
berperan dalam sebuah filem kehidupan yang tak berepisode dengan banyak jalan
cerita, aku sendiri yang juga menjadi sutradaranya, kadang di titik terlemahku,
aku menyerahkan peranku pada sang pencipta karakterku ini, aku serahkan
semuanya...
Silahkan
menyebutku manusia berkepribadian ganda, silahkan memanggilku manusia bermuka
dua, karna inilah aku, didunia nyataku, aku dengan bangga menampakkan keindahan
sifatku, didunia fiksiku aku dengan bangga mempertunjukkan kemolekan pikiranku.
Betapa
lelahnya jiwa ini yang terombang ambing di tengah gelombang samudra, tak kunjung
menemukan pesisir yang bisa kupijaki, yang lembutnya pasir menyentuh telapakku
membuat aku merasa berjalan di awan. Kalau saja aku akan tenggelam sebelum
menyentuh pesisir, itupun yang terbaik, rohku bersemayam di samudra yang sangat
luas, mungkin dapat sedikit menolongku bila aku tersentuh dahsyatnya api dari
negeri langit.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar