Sabtu, 02 Februari 2013

Kau fiksiku tapi aku lebih palsu




Aku punya sisi lesb*an dalam diriku dan aku baik baik saja, aku punya sisi lesb*an dalam hidupku dan aku tidak baik baik saja, apakah zat zat kimia  itu telah salah bekerja dalam otakku, mana mungkin  aku bisa menjalani hidup dengan dua sisi yang berlawanan, aku ingin bebas, tanpa harus memilih sisi manapun, ingin hidup dengan satu sisi yang menyenangkan menjadi diriku sendiri tanpa berpikir apa yang akan mereka nilai tentangku.

Diantara kedua sisiku, tepatnya ditengah, berdetak jantung kehidupanku, semua pembuluh kehidupan menuju padanya, disitu sumber serapan semua ilmu, tertulis dengan jelas, batas antara baik dan buruk, kadang ruang hati itu bersinar terang saat aku melakukan kebaikan, kadang ruang itu berubah menjadi kamar gelap saat aku melakukan keburukan. Hey bukankah aku sangat bodoh untuk mengikuti nafsu dan terjerembab dalam kemungkaran. 

Setiap hari aku hidup dalam palsu, aku bukanlah diriku yang sebenarnya, aku hanya berperan dalam sebuah filem kehidupan yang tak berepisode dengan banyak jalan cerita, aku sendiri yang juga menjadi sutradaranya, kadang di titik terlemahku, aku menyerahkan peranku pada sang pencipta karakterku ini, aku serahkan semuanya...

Silahkan menyebutku manusia berkepribadian ganda, silahkan memanggilku manusia bermuka dua, karna inilah aku, didunia nyataku, aku dengan bangga menampakkan keindahan sifatku, didunia fiksiku aku dengan bangga mempertunjukkan kemolekan pikiranku. 

Betapa lelahnya jiwa ini yang terombang ambing di tengah gelombang samudra, tak kunjung menemukan pesisir yang bisa kupijaki, yang lembutnya pasir menyentuh telapakku membuat aku merasa berjalan di awan. Kalau saja aku akan tenggelam sebelum menyentuh pesisir, itupun yang terbaik, rohku bersemayam di samudra yang sangat luas, mungkin dapat sedikit menolongku bila aku tersentuh dahsyatnya api dari negeri langit. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar